5 Manfaat Vaksinasi Covid

VIVA – Meski sempat terpapar COVID-19 dan berhasil sembuh, bukan berarti penyintas mengabaikan vaksinasi. Meski memori imun akan bisa menyesuaikan, jika virus Corona ini kembali menyerang. Terlepas dari menerangkan bahayanya COVID-19 dan pentingnya vaksinasi, dr. Nadia menekankan agar orang-orang di sekitar juga perlu memahami perilaku psikis lansir. Berdasarkan sebuah survei yang di dilakukan terhadap lansia di Kebayoran Baru, Jakarta, setidaknya ada enam alasan mengapa lansia belum mendapat vaksinasi. Pertama, sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat tentang bahanya Covid- 19, tandasnya.

Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu dengan vaksinasi. Pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari covid-19 tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi negara yang terkena dampak pandemi. Vaksin Covid-19 adalah vaksin yang diberikan melalui jalur suntikan ke dalam massa otot lengan atas untuk menstimulasi system imun atau kekebalan tubuh terhadap virus tersebut. Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

Vaksin mengandung virus atau bakteri, baik yang masih hidup maupun yang sudah dilemahkan. Vaksinasi dapat diberikan dalam bentuk suntikan, tetes minum, atau melalui uap . “Pandemi merupakan situasi yang membuat kita lebih peduli pada diri kita dan orang lain di sekitar kita, tidak hanya terkait kesehatan, tetapi juga mengenai pentingnya saling menguatkan di masa sulit ini. Mari kita bersama-sama tetap semangat dan terus berkarya bagi diri sendiri dan masyarakat. Gunakanlah kesempatan ini untuk lebih aktif, produktif, kreatif dan inovatif dalam menggapai cita-cita setinggi-tingginya,” tutup Yoyong mengakhiri sambutan.

“Semua pihak harus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 supaya goal herd immunity tercapai sesuai goal Program Vaksinasi Nasional,” ujar SAG. Meskipun obat bagi pasien positif sudah banyak di Indonesia, tetapi mortalitas pasien tetap saja naik. Melihat hal tersebut, dapat disimpulkan untuk kembali ke prinsip awal, yakni, mencegah lebih bak daripada mengobati. “Kami akan segera bersurat ke Kemenkes untuk memastikan kebutuhan vaksin di masing-masing daerah. Ini penting karena daerah aglomerasi yang paling punya dampak signifikan terhadap kondisi pandemi Covid-19,” tuturnya. Di samping itu, Didik juga menyatakan akan segera bersurat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna memastikan ketersediaan masker. Selain itu, lanjut Arief, dirinya juga mengharapkan agar para mahasiswa dapat mengambil peran untuk membantu masyarakat untuk dapat bangkit dari pandemi melalui pemulihan ekonomi khususnya para pelaku UMKM agar bisa berkembang.

Pentingnya vaksinasi

Harus diingat, perlu waktu untuk tubuh kita membentuk antibodi sehingga siapa pun yang sudah divaksinasi tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan , sampai pandemi dinyatakan berakhir. Vaksinasi hepatitis B dilakukan dalam satu seri sebanyak tiga kali suntikan, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1 dan bulan ke-6, yang disuntikkan pada otot lengan atas. Kepatuhan terhadap jadwal vaksinasi mempengaruhi tingkat keberhasilannya, sehingga diharapkan bagi peserta vaksinasi untuk mematuhi jadwal yang telah ditentukan.

Banyak di antara kita yang berpikir bahwa vaksinasi atau imunisasi hanya diperlukan untuk bayi, anak-anak, calon pengantin atau ibu hamil. Dengan berkembangnya pola penyakit dan perubahan kondisi lingkungan, ternyata dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi pada usia dewasa sehingga vaksinasi yang sesuai dengan faktor resiko tertentu pada orang dewasa juga perlu dilakukan. Penggunaan vaksin pada orang dewasa didasarkan pada beberapa indikasi, yaitu riwayat paparan, risiko penularan, usia, standing imun, pekerjaan, gaya hidup, atau rencana bepergian ke tempat yang berisiko terjadinya penularan penyakit tertentu.

Jenis virus yang menyebabkan influenza berbeda-beda pada tiap tahunnya, sehingga vaksin yang diberikan pun disesuaikan dengan tipe tersebut. Untuk mencegahnya, vaksin meningitis menjadi imunisasi yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat imunisasi meningitis menjadi syarat bagi calon haji untuk mendapatkan visa. Adapun dalam pembuatan vaksin, keamanan selalu menjadi aspek utama dan dilanjutkan efektifitasnya. Proses membuat vaksin pun tidak mudah, karena harus melalui berbagai tahapan, mulai dari uji praklinik, hingga fase uji klinik berkali-kali.

Dia menjelaskan, dalam situasi pandemi COVID-19 ini intervensi vaksinasi merupakan salah satu upaya kesehatan yang harus dilaksanakan secara holistik dengan melibatkan berbagai pihak. “Vaksinasi di tengah pandemi Covid-19 tetap harus dilakukan terutama imunisasi dasar untuk bayi dan anak agar tumbuh dan berkembang dengan sehat. Jika tidak dilakukan bisa berisiko terjadinya KLB PD3I. Imunisasi dasar dapat dilakukan dengan tetap menerapkan physical distancing dan menjaga kebersihan. Jika berada pada wilayah transmisi lokal, maka imunisasi bisa ditunda satu bulan dan segera catch up vaksinasi,” terangnya.

“Aku adalah orang yang patuh akan imunisasi, karena untuk membuat suatu sistem itu sehat, masyarakat sehat, kita harus bekerja sama,” pungkasnya. Ia juga menambahkan selama masa pandemi COVID-19, WHO menyarankan orang dewasa untuk melakukan vaksin influenza dan pneumonia. Lebih lanjut dr. Dirga menjelaskan terdapat sejumlah vaksin yang direkomendasikan untuk orang dewasa antara lain, vaksin influenza, pneumonia, tetanus, difteri, pertusi, Hepatitis A dan B, rabies hingga vaksin HPV .