Ini Alasan Tidak Ada Pendaftaran Vaksin Covid

Namun, Pemerintah Kabupaten Wonogiri memilih untuk tidak membuka pendaftaran vaksin Covid-19 gratis bagi masyarakat melalui link atau secara on-line. Menurut Konsultan Alergi Imunologi di RSCM/FKUI itu, lansia memerlukan waktu lebih lama untuk membentuk antibodi dan rentang waktu untuk pemberian vaksin kedua 0-14 hari setelah vaksinasi Covid—19 pertama dinilai belum cukup. Belum lagi ada degenerasi sistem imunitas pada lansia yang menyebabkan pembentukan antibodi lebih lama ketimbang kelompok usia lebih muda.

Hal itu mengingat Kota Pekanbaru sendiri harus mengejar target vaksinasi 70 persen dari total penduduk hingga Desember mendatang. HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru H. Muhammad Jamil, M.Ag.,M.Si yang juga Ketua Percepatan Vaksinasi ungkapkan informasi terbaru mengenai program vaksinasi di Pekanbaru. Karena hal tersebut, pihaknya harus menghentikan sementara pelaksanaan vaksinasi bagi lingkungan Organisasi Perangkat Daerah pelayan publik Pemkot Palembang.

Salah satu syarat khusus yaitu warga diminta membawa surat keterangan belum pernah vaksin dari fasilitas kesehatan. Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menyebut, peserta vaksin massal ini adalah mereka yang sudah melakukan pendaftaran sejak Juli lalu. Untuk itu, lanjut Jamil, guna memenuhi kebutuhan vaksin pemerintah kota terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau. Dari informasi yang diterima, dalam waktu dekat akan ada kiriman vaksin dari pusat.

“Efek dari kejadian tersebut, tentunya mengakibatkan petugas medis trauma sehingga penjemputan bola di daerah setempat akan dipusatkan Ke Kelurahan Pager Kecamatan Rakumpit saja,” kata dia. Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

Mendapatkan jatah vaksinasi

Ketua PHRI menyebutkan jika tingkat okupansi lodge di Bogor berada pada kisaran persen. Peserta vaksinasi COVID-19 di sektor parekraf ini berasal dari 39 hotel dan restoran yang tergabung dalam asosiasi PHRI Kota Bogor. Kendati demikian, angka tersebut belum setengah dari goal, di mana menurut data PHRI terdapat lebih dari four.000 orang pelaku parekraf di Kota Bogor yang berhak mendapatkan vaksin COVID-19 yang akan dilanjutkan pada periode berikutnya. Sektor parekraf menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Namun, Widyastuti mengatakan di tengah perjalanan sistem tersebut mengalami kendala.