Kementerian Komunikasi Dan Informatika

Kalo di Biologi kan spesimennya misalnya kodok, kelabang, ikan, atau apa gitu; nah kalo ilmu politik ya spesimennya ya lo, gue, lembaga negara, masyarakat, surat suara, sampai anggota dewan. Kita diajak untuk lihat langsung kehidupan “spesimen” ilmu kita; gimana cara kerjanya. Jadi, ilmu politik adalah ranah ilmu pengetahuan yang berusaha menjelaskan seluk-beluk politik, yaitu sebuah fenomena terjadinya perebutan dan perlombaan untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan yang berlangsung dalam rangka menjalani kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Banyak sih definisi lain semisal dari Bu Miriam Budiarjo, atau Mister Andrew Heywood, atau Lord Acton, tapi gue mencoba mendefinisikan sendiri. Disini, lo gabakal diajarin cara kampanye; atau cara pidato, atau pilih partai politik yang mana yang bagus. Lo bakal dilatih menjadi ilmuwan politik; yaitu orang yang mampu mengamati, menelaah, dan menjelaskan hingga memberi solusi tentang fenomena berebutnya manusia-manusia untuk kekuasaan; dengan metode yang teruji dalam kaidah ilmiah.

Mempelajari politik Indonesia

473U004Kuliah Kerja Nyata4 sksKuliah kerja Nyata adalah mata kuliah wajib universitas yang memiliki four kredit. KKN merupakan salah satu implementasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Hasanuddin. Pelaksanaan mata kuliah ini dilakukan bersama dengan Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin dan untuk mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional dapat mengambil mata kuliah ini dengan memilih salah satu dari jalur KKN reguler, KKN profesi, atau KKN internasional.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa politik perundang-undangan merupakan arah kebijakan pemerintah atau negara mengenai arah pengaturan hukum yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disebutkan bahwa kewenangan atau organ pembentuk peraturan perundang-undangan adalah hanya negara atau Pemerintah. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan kerjasama luar negeri yang dilaksanakan oleh aktor lokal khususnya pemerintah daerah dalam kerangka otonomi daerah. 378E333Hubungan Internasional dan Otonomi Daerah3 sksPasca pemerintahan Soeharto, peran pemerintah daerah mengalami peningkatan signifikan dengan adanya implimentasi otonomi daerah yang luas. Hal tersebut termasuk dengan diberinya kewenangan untuk melaksanakan hubungan kerjasama dengan aktor-aktor dari luar negeri.

Sementara pakar hukum Satjipto Rahardjo, kata Enny, melihat dari aspek sosiologi hukum. Satjipto sangat menekankan bahwa dalam studi hukum tidak bisa berpihak pada ketentuan normatif saja. Kalau hanya memahami ketentuan normatif, tidak bisa memahami aspek-aspek lain yang bisa memberikan makna bagaimana pembentukan hukum seharusnya dilakukan.

Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia mempersiapkan mahasiswa untuk memiliki wawasan international, berkontribusi terhadap pengembangan ilmu, mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkarakter Islami. Didukung dengan lingkungan pembelajaran yang mengekspose mahasiswa terhadap pengalaman international, dan pembekalan nilai-nilai Islam, Prodi HI UII mengembangkan keilmuan yang berfokus pada bidang Politik Internasional, Lobi dan Diplomasi, Politik dan Pemberdayaan, serta Ekonomi Politik Global. George Stigler ,seorang praktisi ekonomi Amerika Serikat mengatakan bahwa masyarakat dipilih untuk mampu memecahkan masalah ekonomi. Beliau juga mengatakan bahwa memahami sistem ekonomi membutuhkan dua hal; komunikasi dan juga pengetahuan ekonomi secara umum.

Terhadap ketiga unsur Islam yang berbeda ini, ia menawarkan tiga pendekatan yang berbeda pula. Sebagaimana diungkap Benda, kepada yang pertama, pemerintah harus berlepas tangan atau tak usah ikut campur di dalamnya. Sedangkan terhadap yang kedua—jika memungkinkan—pemerintah justru harus memfasilitasi, seperti membantu dalam urusan ibadah haji.

Disamping tantangan dalam aspek teknologi, kini bangsa – bangsa di dunia, tengah dihadapkan pada berbagai tantangan dan isu international seperti perubahan iklim , food security, energy safety, terorisme, human safety, kejahatan lintas negara , drug trafficking, maritime safety, cyber crime, konflik di kawasan, dll. Melihat sifat dan kompleksitas dampak yang ditimbulkannya, negara tidak lagi menjadi satu – satunya elemen yang bertanggung jawab untuk menghadapinya. Partisipasi dan peran aktif setiap individu warga negara akan menentukan keberhasilan suatu bangsa dalam mengantisipasi dampak negatif yang mengancam eksistensi bangsa dan negara. Untuk itulah, kalangan muda harus menyadari bahwa sebagai salah satu komponen kekuatan nir militer, kalangan intelektual muda memiliki peran penting dalam mengantisipasi ancaman nir militer sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dimiliki.